Tampilkan postingan dengan label Info gaul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info gaul. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2009

cara menghadapi kekerasan dalam pacaran

KEKERASAN DALAM PACARAN (KDP)

Kekerasan dalam pacaran? Yang bener aja! Dimana mana yang namanya pacaran khan buat seneng seneng, isinya cinta cintaan, rayu rayuan, saling menunjukkan perhatian, memberi support, dll, emang ada pacaran isinya tonjok tonjokan? Hmmm….kalo kamu berpikiran begitu, berarti kamu ketinggalan jaman! Sekarang semakin banyak kasus muncul yang berkaitan dengan tindak kekerasan dalam pacaran. Jadi yang namanya pacar, yang mestinya mencintai kita, melindungi dan sebagainya, malah sering merongrong kita, melakukan kekerasan baik fisik maupun mental, dan malah membuat kita menderita. Siapa sih yang biasa jadi korban beginian? Jangan bosen ya dengan jawaban : perempuan. Lagi lagi perempuan yang jadi korban kekerasan. Tentu saja laki laki juga bisa jadi korban kekerasan dalam pacaran ini, cuman “untungnya” jumlahnya sedikit. Alasannya, ya sekali lagi karena laki laki menganggap perempuan lemah, dan penurut.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud kekerasan dalam pacaran?

Perilaku atau tindakan seseorang dapat digolongkan sebagai tindak kekerasan dalam percintaan/ pacaran apabila salah satu pihak merasa terpaksa, tersinggung dan disakiti dengan apa yang telah dilakukan oleh pasangannya baik dalam hubungan suami istri atau pada hubungan pacaran.
Kadang hal ini banyak juga yang menyangkal, apa ada kekerasan dalam pacaran? Apapun yang dilakukan orang dalam pacaran itu khan atas dasar suka sama suka, awalnya saja dari ketertarikan, nggak luculah kalo sampai muncul kekerasan . Tapi jangan salah, kasus kekerasan dalam pacaran memang ada dan ini juga bukan lelucon. Memang benar kasus – kasus kekerasan dalam pacaran ini kurang terexpose, so nggak heran kalo masih banyak yang nggak percaya.

Nah biar nggak penasaran kita simak saja seperti apa sebenarnya makhluk yang bernama kekerasana dalam pacaran ini.
Suatu tindakan dikatakan kekerasan apabila tindakan tersebut sampai melukai seseorang baik secara fisik maupun psikologis, bila yang melukai adalah pacar kamu maka ini bisa digolongkan tindak kekerasan dalam pacaran. Tindakan melukai secara fisik misalnya dengan memukul, bersikap kasar, perkosaan dan lain – lain, sedangkan melukai secara psikologis misalnya bila pacarmu suka menghina kamu, selalu menilai kelebihan orang lain tanpa melihat kelebihan kamu, , cemburu yang berlebihan dan lain sebagainya. Namun bentuk kekerasan yang paling sering terjadi adalah kekerasan seksual bisa berupa pelecehan seksual secara verbal maupun fisik, memaksa melakukan hubungan seks, dlsb.

Menghadapi kekerasan dalam pacaran seringkali lebih sulit bagi kita, karena anggapan bahwa orang pacaran pasti didasari perasaan cinta, simpati, sayang dan perasaan perasaan lain yang positif. Sehingga kalau pacar kita marah marah dan membentak atau menampar kita, kita pikir karena dia memang lagi capek, lagi kesel, bad mood atau mungkin karena kesalahan kita sendiri, sehingga dia marah. Hal klasik yang sering mucul dalam kasus kekerasan dalam pacaran adalah perasaan menyalahkan diri sendiri dan merasa “pantas” diperlakukan seperti itu. Pikiran seperti “ah mungkin karena saya memang kurang cantik, sehingga dia sebel”, atau “ mungkin karena saya kurang perhatian sama dia” , “ mungkin karena saya kurang sabar” dan lain lain, sehingga dia jadi “ketagihan” merendahkan dan melakukan terus kekerasan terhadap pasangannya.

Faktor pemicu kekerasan dalam pacaran

Pengaruh keluarga sangat besar dalam membentuk kepribadian seseorang. Masalah – masalah emosional yang kurang diperhatikan oleh orang tua dapat memicu timbulnya permasalahan bagi individu yang bersangkutan di masa yang akan datang. Misalkan saja sikap kejam dari orang tua, berbagai macam penolakan dari orang tua terhadap keberadaan anak, dan juga sikap disiplin yang diajarkan secara berlebihan. Hal – hal semacam ini akan berpengaruh pada model peran ( role model ) yang dianut oleh anak tersebut pada masa dewasanya. Bila model peran yang dipelajari sejak kanak – kanak tidak sesuai dengan model yang normal atau model standart, maka perilaku semacam kekerasan dalam pacaran inipun akan muncul. Banyak sekali bukti yang menunjukkan hubungan antara perilaku orangtua dengan kepribadian anak di kemudian hari. Rata rata pelaku kekerasan dalam rumah tangga pada masa kecilnya sering mendapat atau melihat perlakukan yang kasar dari orangtuanya, baik pada dirinya, saudaranya, atau pada ibunya. Walaupun secara logika dia membenci perilaku ayahnya, akan tetapi secara tidak sadar perilaku itu terinternalisasi dan muncul pada saat dia menghadapi konflik.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penerapan disiplin yang berbeda antara ayah dan ibu. Perbedaan yang terlalu mencolok, misal ayah terlalu keras, sementara ibu terlalu lemah, akan mempengaruhi nilai – nilai yang dianut, kontrol diri dan perilaku yang akan ditampilkannya secara konsisten sepanjang hidupnya.

Lingkungan sekolah

Oleh masyarakat , sekolah dipandang sebagai tempat anak belajar bersosialisasi, dan memperoleh pendidikan dan ketrampilan untuk dapat hidup dengan baik di masyarakat. Sayangnya yang kurang disadari adalah kenyataan bahwa di sekolah pulalah individu bersosialisasi dengan anak – anak lain yang berasal dari latar belakang yang beraneka. Bila seseorang ini, tidak mampu menyesuaikan diri , maka akan muncul konflik dalam diri. Bila ia tidak mampu melakukan kontrol diri maka akan cenderung memicu perilaku agresif diantaranya berbentuk kekerasan dalam pacaran (KDP).
Hal hal yang lain seperti pengaruh media massa, TV atau Film juga dipandang memiliki sumbangan terhadap munculnya perilaku agresif terhadap pasangannya.

Hal yang khas yang sering muncul dalam kasus kasus kekerasan dalam pacaran adalah bahwa korban biasanya memang cenderung lemah, kurang percaya diri, dan sangat mencintai pasangannya. Apalagi karena sang pacar, setelah melakukan kekerasan (menampar, memukul, nonjok, dll) biasanya terus menunjukkan sikap menyesal, minta maaf, dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan dia lagi, dan bersikap manis kepada pasangannya. Pada saat inilah, karena si cewek sangat mencintainya, dan dia berharap sang pacar akan benar benar insaf, maka dia serta merta memaafkannya, dan hubungan diharapkan bisa berjalan lancar kembali. Padahal yang namanya kekerasan dalam pacaran ini seperti sesuatu yang berpola, ada siklusnya. Seseorang yang memang pada dasarnya punya kebiasaan bersikap kasar pada pasangan, akan ada kecenderungan untuk mengulanginya lagi, karena hal ini sudah menjadi bagian dari kepribadiannya, dan merupakan cara dia untuk menghadapi konflik atau masalah.

Apakah perilaku dia bisa bener bener berubah?

Bisa kalau memang dia mau menjalani sebuah “ terapi” . Terapinya tidak harus dengan psikolog
Atau psikiater, akan tetapi harus dengan kemauan yang tulus untuk merubah situasi, dan dengan bantuan pasangannya. Hal pertama yang dia harus pahami benar adalah sebab atau latar belakang dia berperilaku seperti itu. Apakah ada riwayat hubungan dengan orangtuanya yang buruk, atau hal hal lain yang berhubungan dengan tidakan kekerasan yang dialaminya pada saat dia kanak kanak? Riwayat tersebut dgunakan untuk mendasari pemahaman mengapa dia menggunakan cara menghadapi masalah (coping behavior) seperti itu, sehingga bisa memperkuat upaya dia untuk berubah. Selanjutnya dia perlu berlatih untuk menghadapi emosi, mengendalikannya sehingga tidak muncul dalam bentuk yang merusak dan merugikan diri sendiri dan pasangannya. Ada banyak latihan mengendalikan amarah/emosi, misalnya dengan Yoga, latihan pernafasan, dll.

Bagaimana kalau dia tidak bisa/tidak mau berubah?

YA, kalau dia tidak berubah juga, berarti keputusan ada pada pasangannya. Apakah mau mengambil resiko dengan terus berhubungan dengan orang seperti itu, atau segera ambil keputusan untuk meninggalkan dia dan cari orang lain yang lebih sehat mentalnya dan sayang pada kita. Kalau pacar kamu tipe cowok beginian, kamu memang harus pikir masak masak deh, apa memang bener dia pria yang kamu cinta? Karena percayalah tidak ada satu orang pun di dunia ini yang berhak menyakiti kamu, atau merasa punya alasan untuk berbuat kasar kepadamu walaupun dia itu pacar kamu yang kamu cintai setinggi langit. Jadi kalau hal ini menimpa kamu, kamu harus yakin bahwa hidupmu adalah milik kamu sendiri, dan keputusan untuk tetap menjalin hubungan sama dia tau tidak, semua tergantung pada dirimu, bukan karena kamu nggak pede, atau karena kamu dipaksa.

Nah buat temen temen cowok hati hati dengan kecenderungan untuk berperilaku kasar, apalagi kalau kalian punya latar belakang seperti yang dijelaskan di atas. Cepet cepet cari bantuan, atau lakukan latihan mengendalikan emosi, supaya tidak menjadi pelaku kekerasan dalam pacaran atau rumah tangga, dan menyakiti orang yang kita sayangi. Kalau nggak, takutnya nanti nggak bakal ada cewek yang mau sama kita lho…

Guntoro Utamadi dan Paramita Muljono

Kamis, 23 Juli 2009

Mary-Kate & Ashley Olsen Masuk Jajaran Desainer Muda Berbakat


Foto: Istimewa



SIAPA yang tidak berbangga bila berhasil meraih prestasi baru. Hal itu jugalah yang kini dirasakan aktris kembar Mary-Kate dan Ashley Olsen.


Meskipun baru saja terjun di dunia fashion, keduanya dianggap memiliki fashion sense dan mampu memopulerkan tren fashion baru bagi masyarakat mode Amerika.

Atas kontribusi tersebut, kembar Olsen mendapatkan predikat desainer muda berbakat dari asosiasi mode Amerika, Council of Fashion Designers of America (CFDA).

Presiden CFDA Diane von Furstenberg mengatakan, Olsen bersaudara telah ikut mengembangkan industri mode Amerika dengan meluncurkan dua label busana mereka, yakni Elizabeth and James Collection yang ditujukan untuk kalangan menengah dan The Row yang lebih ditujukan untuk kalangan atas.

Pengakuan tersebut sekaligus menjadikan Mary-Kate dan Ashley masuk dalam jajaran 350 perancang busana dan aksesori Amerika yang sebelumnya telah mendapat pengakuan dari organisasi mode bergengsi tersebut.

Bersama Kembar Olsen, Diane juga memberi pengakuan kepada tiga desainer muda berbakat Alexander Wang, Jason Wu, dan Chris benz atas garis rancangan mereka yang berkarakter dan punya ciri khas kuat.
Bisa mendapat pujian dan pengakuan dari CFDA merupakan suatu kebanggaan bagi para desainer, karena organisasi nonprofit yang berdiri sejak 1962 ini terbilang sangat selektif dalam memilih desainer sebagai anggotanya.(Koran SI/Koran SI/nsa)

Saturnus Menyimpan Air Laut



text TEXT SIZE :
Share
Rachmatunnisa - Okezone





(Foto: Wikipedia)

SAN ANTONIO - Seperti halnya Bumi yang memiliki satelit alami bernama Bulan, Saturnus pun demikian. Yang menarik, para ilmuwan menemukan bahwa satelit alamiah Saturnus bernama Enceladus memiliki kandungan air laut yang terjaga oleh ammonia.

Tim peneliti yang diketuai William Lewis dari Southwest Research Institute di San Antonio, Texas mengatakan, bahwa zat ammonia dapat menjaga lautan yang berada di bawah tanah sehingga tidak membeku pada suhu ekstrim.

TG Daily, Jumat (24/7/2009) melansir, pesawat ulang alik Cassini menemukan semburan gas yang keluar dari retakan permukaan Enceladus pada saat misi penjelajahan saturnus pada 2005 silam.

Kini, tim Lewis menemukan bahwa semburan gas tersebut mengandung ammonia dan kumpulan gas lainnya yang berfungsi sebagai zat antibeku. Kumpulan gas itu rupanya yang menjaga cairan es dibawah kerak es. Gas tersebut memancar keluar dari gravitasi satelit alamiah Saturnus dan menjadi salah satu bagian cincin yang mengitari Saturnus.

"Kami menyimpulkan, dari keseluruhan komposisi gas yang memancar itu berasal dari cairan yang tersimpan di dalam kerak es," kata Lewis.

Lewis melanjutkan, hasil temuan ini memperkuat bukti bahwa planet lain pun memiliki cairan yang tersimpan di dasar planet mereka, baik yang masih ataupun pernah ada. (srn)

'Spesies' Baru Google Meluncur Akhir September

SAN FRANSISCO - Google telah mengumumkan bahwa 'spesies' barunya, yang menggabungkan layanan email dan instant messaging bernama Google Wave akan segera diluncurkan akhir September tahun ini.

Google Wave telah dipersiapkan Google untuk merevolusi komunikasi online real time baru yang kaya akan beragam fitur.

Pada kemunculan awalnya nanti, layanan ini baru bisa dinikmati oleh sekira 100.000 orang yang telah khusus mendaftar sebagai pengguna perdana yang mengakses Google Wave. Baru kemudian layanan Google Wave akan diperluas setelah satu bulan atau lebih masa uji coba perdana.

Sejauh ini baru ada 25.000 orang yang telah terdaftar sebagai pengakses perdana. Mereka tak lain adalah para pengembang yang turut membangun aplikasi dan perangkat baru bagi Google Wave. Demikian keterangan yang dikutip dari Telegraph, Kamis (23/7/2009).

Google sangat yakin, bahwa Google Wave benar-benar mewakili pembaharuan baru di bidang komunikasi online, dengan menggabungkan chatting real-time dan email kedalam jendela browser tunggal.

"Pengguna akan bisa menyeting Google Wave sesuai keinginan mereka, bertukar foto, melihat peta online, video, dokumen dan informasi lain secara live melalui jaringan internet yang real time," kata juru bicara Google.

Google pun mengundang mereka yang ingin menjadi pengguna perdana untuk merasakan layanan ini dengan cara mendaftar di situs Google Wave yang beralamat di http://wave.google.com. Seperti yang telah disebutkan Google, kesempatan perdana ini hanya terbatas bagi 100.000 orang pendaftar pertama. (srn)



Rachmatunnisa - Okezone
 
Copyright 2009 Sun & Moon